Di Balik Legenda Dewi Rengganis-Gunung Argopuro

Gunung Argopuro

Kokoh penuh misteri

Gunung Argopuro

Gunung Argopuro terkenal sangat angker, gunung ini menyimpan misteri legenda Dewi Rengganis yang hilang bersama enam dayangnya. Konon, Sang Dewi bakal marah besar kalau merasa terusik ketenangannya. Pendaki yang suka usil dan mengusik, kalau tidak kesurupan bisa jadi akan kesasar tidak karuan. Konon terdapat sebuah taman yang sangat gaib yakni Taman Rengganis, tidak semua pendaki dapat melihat taman ini. Beberapa pendaki yang pernah melihat taman ini merasa memasuki sebuah taman yang sangat indah penuh dengan tanaman bunga dan buah. Pendaki yang mengambil atau memetik tanaman tidak akan dapat keluar taman ini, ia hanya akan berputar-putar di tempat tersebut. Untuk itu hindari merusak tanaman ataupun memindahkan sesuatu. Gunung Argopuro adalah salah satu gunung dari Kompleks pegunungan Iyang. Terdapat banyak puncak, beberapa puncaknya mempunyai struktur geologi tua dan sebagian yang lainnya lebih muda. Beberapa puncak gunung dalam kompleks ini diantaranya adalah Gunung Semeru ( 2.847m ), Gunung Jambangan ( 2.773m ), Gunung Cemoro Kandang, Gunung Krincing, Gunung Kukusan, Gunung Malang, Gunung Saing, Gunung Karang Sela, dan Gunung Argopuro. Puncak Argopuro berada pada ketinggian 3.088 m dari permukaan laut. Gunung yang sudah tidak aktif lagi kawahnya ini terletak di Kab. Probolinggo Jawa Timur.

Rute Pendakian

Mendaki Argopuro Jalur Bremi

Bremi – Taman Idup

TH

Salah satu jalur yang sering di daki adalah melewati desa krucil Bremi. Desa ini salah satu pintu gerbang kawasan Dataran Tinggi YANG. Pendaki akan menikmati lebatnya hutan Argopuro. Dengan pepohonan yang tinggi menjulang, memayungi para pendaki selama perjalanan. Perjalanan ini akan berakhir saat para pendaki menemukan sebuah danau yang sangat menakjubkan dan sangat indah, dimana penduduk sering menyebutnya dengan nama Danau Taman Idup. Di sinilah pendaki akan menghabiskan hari pertama untuk istirahat dan menikmati keindahan Danau Taman Idup.

Taman Idup – Aengkenik – Cisentor

Hari berikutnya pendaki akan melanjutkan perjalanan menuju pemberhentian selanjutnya. Selama perjalanan ini pendaki akan menikmati berbagai macam vegetasi Argopuro. Mulai dari semak-belukar, pepohonan tinggi, ilalang yang sangat tinggi dan masih banyak lagi. Sampai suatu saat pendaki akan beristirahat sejenak untuk makan siang di tempat yang sering disebut Aengkenik di tempat itu terdapat sumber air alamiah, para pendaki dapat menikmati dan mengisi air untuk bekal perjalanan di sini.

Setelah istirahat sebentar untuk menghimpun tenaga, pendaki akan meneruskan perjalanan menuju pemberhentian berikutnya. Perjalanan ini akan sangat panjang, namun itu tidak akan banyak terasa melelahkan karena selama perjalanan kita akan keluar-masuk rerimbunan hutan Argopuro. Menjelang sore pendaki akan sampai pada pemberhentian selanjutnya yang sering disebut Cisentor. Di tempat ini terdapat sebuah bangunan semi-permanen yang didirikan untuk beristirahat para pendaki. Di tempat ini pula terdapat sungai yang mengalir sangat deras dengan air yang sangat jernih. Air itu dapat kitamanfaatkan untuk membersihkan diri dan untuk memasak. Pendaki akan menghabiskan malam di tempat ini.

Cisentor – Rawa Embik – Puncak

Pagi harinya setelah sarapan, pendaki akan melanjutkan perjalanan menuju puncak. Perjalanan menuju puncak ini tidak akan membutuhkan waktu yang lama. Pendaki akan melewati beberapa sabana, kemudian beristirahat sejenak di sebuah sabana terakhir, dimana biasanya di tempat itu dapat ditemui para rusa berkumpul untuk minum. Tempat itu biasa di sebut Rawa Embik. Dari Rawa Embik perjalanan semakin terjal dan menanjak, sebelum akhirnya sampai di sebuah percabangan. Gunung Argopuro memiliki beberapa puncak. Puncak tertingginya adalah puncak Rengganis.

Cisentor – Cikasur

cikasur - sungai qolbu

Setelah puas menikmati puncak, pendaki kembali ke Cisentor untuk melanjutkan perjalanan ke pemberhentian selanjutnya. Melewati beberapa sabana yang sangat luas, pendaki akan dimanjakan dengan pemandangan hamparan sabana yang tidak habis-habis luasnya. Seringkali pendaki juga dapat menjumpai rusa, burung merak ataupun babi hutan liar di tempat ini.

Menjelang sore pendaki akan tiba di tempat yang dinamai Cikasur. Di tempat ini pendaki biasanya akan disambut teriakan bersahut-sahutan dari burung Merak. Burung eksotis ini biasa muncul dan mencari makan di tempat ini. Di tempat ini juga terdapat sebuah sungai yang sangat jernih dengan hamparan tumbuhan selada air, sungai ini biasa dipanggil dengan nama sungai Qolbu. Konon cikasur adalah sebuah lapangan terbang yang dahulu dipakai pada jaman penjajahan Jepang.

cikasurHari berikutnya biasanya dipakai untuk beristirahat dan memulihkan stamina, setelah melakukan perjalanan panjang dan melelahkan. Dapat juga kita mengeksplorasi Cikasur lebih dalam. Ditempat ini selain burung merak, satwa liar yang sering muncul adalah gerombolan rusa, babi hutan yang ukuran tubuhnya seukuran sapi dewasa.

Hari berikutnya setelah santap pagi. Kita akan melanjutkan perjalanan turun menuju desa terakhir yaitu Baderan.

Legenda Gunung Argopuro

Argopuro bisa di artikan Gunung Pura atau bisa di sebut juga Pura di Puncak Gunung. Karena banyak di temukan struktur bangunan berarsitek mirip Pura yang merupakan tempat peribadatan umat Hindu. Dan berawal dari sanalah gunung ini dinamakan Argopuro.
Banyak di jumpai reruntuhan bangunan dan tinggal puing – puing yang berserakan dan ditumpuk begitu saja seolah tak bernilai sejarah. Sisa – sisa reruntuhan itu masih nampak jelas, ada beberapa situs purbakala di sekitar kawasan puncak Argopuro.

Kawasan puncak yang dimaksud meliputi ketinggian 3.000 meter dari permukaan laut ke atas, yang didalamnya mencakup areal seluas hampir satu km persegi, yang didalamnya terdapat komplek bukit dan alun – alun, komplek kawah dan komplek candi.

Komplek bukit dan alun – alun merupakan pintu masuk kawasan puncak, sebuah alun – alun yang luas di pegunungan Yang Argopuro. Alun – alun ini dibatasi langsung oleh sebuah kawah dengan lubang dalam., sedangkan disebelah timur masih terdapat lima kawah, baik lubang maupun tempat yang dinamakan alun – alun SIJEDING.

Komplek candi yang dimaksud bukan candi dalam arti sebenarnya, melainkan merujuk dari jenis peninggalan dan struktur bangunan sejarah kepurbakalaan yang terdapat di gunung ini. Jumlah seluruhnya ada tujuh komplek meliputi situs kolam dan taman sari, Situs Puncak Rangganis, dua bangunan candi, dan tiga bangunan pura.

Masyarakat sekitar lebih mengenal Rengganis daripada Argopuro . Rengganis sebuah nama seorang Dewi yang begitu melekat di hati masyarakat kaki gunung Argopuro. Konon menurut legenda penduduk setempat, dari sanalah Dewi Rengganis tinggal dan memerintah kerajaannya. Diceritakan pula bahwa alun – alun Rawa Embik adalah sebuah padang rumput dibawah alun – alun puncak adalah sumber mata air yang terus mengalir sepanjang tahun. Tempat itu merupakan padang penggembalaan hewan ternak yang mensuplai kebutuhan keraton di puncak.

Dituturkan bahwa Dewi Rengganis adalah salah seorang Putri dari Prabu Brawijaya yang lahir dari salah satu selirnya. Karena tidak diakui keberadaannya, pada saat dewasa ia didampingi seorang Patih dan pengikut – pengikutnya yang setia melarikan diri dan mendirikan kerajaan keraton di puncak gunung ini.

Diperkirakan puing – puing yang terdapat di Rengganis suatu peninggalan tertinggi yang ditenui di Pulau Jawa adalah bekas Kuil Hindu abad ke 12 Masehi. Situs Rengganis memperlihatkan aspek rancang bangun jaman prasejarah dan jaman klasik akhir di pulau Jawa. Salah satu hal yang paling menonjol dari peninggalan kepurbakalaan di Rengganis, adanya tembok pagar luar yang mengelilingi bangunan serta struktur bangunan lebih memperlihatkan struktur Pura daripada Candi.

SEKIAN SEMOGA BERMAFAAT
SALAM LESTARI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s