Lombok I Love U

Perjalanan

Keinginan untuk pergi ke pulau seribu masjid (P. Lombok) akhirnya di depan mata, dengan berbekal restu orang tua, dan persiapan vinansial serta mental akhirnya ditetepkan tanggal 21 Juli 2013 sebagai hari pemberangkatan. Kali ini jalur darat saya pilih namun bukan dengan bis atau travel namun dengan menggunakan sepeda motor kesayangan saya, Tanggal 21 sudah tinggal menghitung jam saja dan akhirnya riba juga waktunya.

Perajalan saya mulai dari malang sekitar pukul 04.30 WIB saya dengan sahabat saya (amir) yang merupakan orang asli lombo, melewati beberapa kota (Malang-Pasuruan-Ptobolinggo-Situbondo) sesampainya di kota Situbondo kami istirahat sejenak di pinggir pantai pasir putih (Jalur Pantura), setelah dirasa cukup kami pun melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan penyebrangan Gili Ketapang Banyuwangi.

Saat itu tiket penyebrangan ke Bali Rp. 20.000,-/sepeda motor. Penyebrangan dari Banyuwangi ke Bali di tempuh dengan waktu 30-45 menit, kami sampai di Gili Manuk Bali sekitar pukul 15.15 WITA, sesampainya di Bali ada pemeriksakan KTP dan surat-surat sepeda motor, setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan penyebrangan Padang Bay (Bali-Lombok) dari Gili Manuk ke Padang Bay di tempuh dengan waktu sekitar 9 Jam (karena nyasar, maklum belum tahu jalan hehehehe). Akhirnya kami sampai di pelabuhan penyebrangan bali-lombok (Padang Bay), sebelum menyebrang kami mencari makan buka, maklum karena puasa jadi di jalan hanya buka pakek air dan roti, setelah kenyang kami menuju loket untuk membeli tiket, saat itu tiket seharga Rp. 112.000,-/sepeda motor. Penyembrangan dari Padang Bay (Bali) menuju Pelabuhan Lembar (Lombok) ditempuh 4 jam menggunakan kapal fery.

Di Kapal kami tidur karena tenaga dan pikiran sudah terkuras waktu perjalan nyasar di Bali, hehe. Dan akhirnya kami sampai di pelabuhan Lembar, Lombok pukul 04.10 WITA. Langsung kami lanjutkan perjalanan menuju rumah Amir yaitu di desa Mentigi kecamatan Pemenang 2 jam perjalan dari lembar arah menuju bangsal (penyebrangan ke gili trawangan, sesampainya di Rumah amir, saya bersilaturahmi dengan keluarganya dan akhirnya saatnya untuk tidur pulas…….

Menikmati Pesona Lombok Utara

Karena terlalu pulas tidur akhirnya bangunpun kesiangan, jam 11 siang bangun langsung mandi, setelah selesai mandi dan menata diri , amir mengajak saya untuk menuju Pantai Sire adalah sebuah pantai yang memikat dengan lembah yang menawan, air yang jernih dan hamparan pasir putih yang luas.

Asri nan Pempesona

Asri nan Pempesona

Pantai ini terletak sekitar 35 km dari pusat kota mataram. Apabila anda telah sampai disini, dijamin anda tidak akan menyesalinya. karena pemandangan disini sangat menakjubkan.Tidak diragukan lagi memberikan kondisi yang sempurna untuk olah raga air. Hamparan pasir putih yang lembut langsung menyambut kita saat tiba di pantai sire. Hembusan ombak yang berlarian ke pinggir pantai dan membasahi kaki kita terasa sangat menyegarkan. Suasananya sangat membuat kita rileks, seakan lupa dengan kejenuhan aktivitas sehari-hari.

Bersih dan asri

Bersih dan asri

Setelah puas menikmati pantai sire kami, menuju bangsal untuk melihat 3 Gili (Gili trawangan, Gili Meno, dan Gili Air) dari kejahuan. Rasa gereget untuk segera menuju 3 Gili tersebut sudah tak tertahankan lagi, daripada membuat hati bergemuru,akhirnya kami putuskan untuk menuju bukit malimbu, salah satu tempat yang pernah dijadikan tempat shuting romah irama. Memang luar biasa pemandangan dari bukit yang satu ini, waktu kami habiskan di tempat ini sambil menunggu waktu buka puasa dan setelah itu kami pulang untuk buka puasa.

Indah coy

Indah coy

Keesokan harinya, saatnya menuju Gili trawangan, dengan berbekal alat snorkling, kami pun berangkat menuju bangsal, membeli tiket sebesar Rp. 10.000/orang kami menuju Gili Trawangan dengan menggunakan perahu, diperjalan bisa di lihat gili air dan gili meno, yang luar biasa indah dan asri.

welcome gili trawangan

welcome gili trawangan

Sampailah akhirnya di gili trawangan, Pulau yang asri bebas dari polusi dan polisi, maklum tidak ada satu pun kendaran bermotor yang ada di pulau ini, hanya ada sepeda dan andong sebagai alat transportasi, sesampainya di gili trawangan kami langsung menyari tempat istirahat, yaitu di rumah sahabat saya (Amir) lumayan penginapan gratis. Setelah menaruh barang dan istrahat sejenak, Saatnya menuju sun set point, namun ketika sampai di sana sun set belum tiba, akhirnya kami memutuskan untuk berkeliling menggunakan sepeda, Gowes…..gowes…gowes, Seru dan asyik, dengan view pantai yang indah membuat rasa lelah hilang begitu saja, tidak terasa waktu sun set pun tiba kami pun bergegas menuju sun set poin, sampailah akhirnya di sun set poin, entah apa saya mimpi atau tidak, Betapa indahnya sunset di gili trawangan, Wowwwwwwwwww…. Subhanallah, kalimat itu yang spontan keluar dari mulut ini.

Sun Set Gili Trawangan

Sun Set Gili Trawangan

Setelah puas dan sangat puas kami pun kembali ke penginapan untuk mandi. Malam harinya kami berjalan kaki menyisiri pantai dan duduk di sebuah cafe milik saudara saya dari jogja, kopi susu dan roko ditambah lagu reggea menambah nikmat malam itu, sinar bulan puranama menambah eksotik pulau ini. Tidak terasa malam semakin larut, kami pun bergegas menuju penginapan untuk istirahat karena besok melakukan snorkling di 3 Gili’s.

DCIM114MEDIA

Keesokan harinya, kami bersiap untuk berangkat snorkling, setibanya di pantai kami berganti pakaian untuk snorkling, dan snorkling pun dimulai. Betapa indahnya pemandangan di dasar laut gili trawangan, terumbuh karang dan ikan tetap terjaga keasriannya. Setelah puas snorkling kami pun kembali ke penginapan untuk mandi dan bersiap untuk kembali ke rumah, dengan tiket seharga Rp.12.000,-/orang kami pun menuju bangsal dan melanjutkan ke rumah Amir.

Inilah kisah saya di Pantai Sire, bukit malimbu, dan Gili Trawangan.

SEKIAN, SEMOGA BERMANFAAT

Salam Lestari

Iklan

Pendakian Gunung Rinjani

Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726mdpl, mendomonasi sebagian besar luas pulau Lombok. Terletak disebelah timur pulau Bali, dapat ditempuh dengan bus langsung Jakarta-Mataram dengan menyeberang menggunakan ferry dua kali (selat bali dan selat lombok). Dapat juga ditempuh dengan menggunakan pesawat terbang dari Bali.
Gunung Rinjani 3.726 Mdpl
Gunung Rinjani adalah gunung tertinggi ke dua di Indonesia di luar pegunungan Irian Jaya. GunungRinjani masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, dengan luas taman sekitar 40.000hektar. Dikelilingi oleh hutan dan semak belukar seluas 76.000 hektar.Gunung Rinjani memiliki kawah dengan lebar sekitar 10 km, terdapat danau kawah yang disebut danauSegara Anak dengan kedalaman sekitar 230m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjunyang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Danau Segara Anak ini banyak terdapat ikanmas dan mujair, sehingga sering digunakan untuk memancing. Dengan warna airnya yang membiru,danau ini bagaikan anak lautan, karena itulah disebut “Segara Anak”.

Rute Pendakian Gunung Rinjani 3.726 Mdpl
Ada 4 Jalur/Rute yang umunya dipilih untuk menuju Puncak Gunung Rinjani, Diantaranya :
  1. Jalur Senaru 
    Aksesibilitas : kendaraan umum dari Mataram-Anyar Bayan-Senaru. Jalur pendakian Senaru merupakan pintu pendakian barat Gunung Rinjani. Jalur pendakian Senaru selain sebagai jalur wisata treking juga kerap dipergunakan sebagai jalur pendakian oleh masyarakat adat Sasak yang akan melakukan ritual adat atau masyarakat umat Hindu yang akan melakukan ritual keagamaan Mulam Pakelem di Puncak Gunung Rinjani atau Danau Segara Anak.Rute perjalanan adalah Jebak gawah (Pintu masuk TNGR, 3 km jalan kaki dari pos RTC/pos karcis masuk) Km 0 – Pos I (Km 1) – Pos Antara Mondokan Bonjeruk Km 2,4 – Pos II Montong Satas Km 3,5 – Pos III Mondokan Malokaq Km 6 –Pos Cemara Lima Km 7 – Ce m ara Lima Km 7 – Danau Segara Anak Km 11, dengan berjalan kaki memakan waktu 10 – 12 jam melalui trail wisata yang berada dalam hutan prime r. Di sepanjang pos tadi disediakan tempat untuk istirahat dan jika beruntung sumber air tersedia di Pos II dan III. Karakteristik jalur Senaru adalah te rjal, anda akan “dipaksa” untuk naik sampai Plawangan dengan kondisi medan yang curam. Beruntungnya anda berada dalam hutan primer yang masih terjaga keutuhan ekosistemnya sehingga kondisi yang terjal akan sedikit terobati dengan sejuk dan murninya udara pegunungan. Anda akan merasakan beda kesejukan setelah pos III untuk sampai ke Plawangan akan melewati savana dengan pemandangan lanskap yang menakjubkan.

    Dari Danau Segara Anak bila anda ingin melanjutkan perjalanan ke Puncak Gunung Rinjani anda harus menuju ke pelawangan sembalun dengan jarak tempuh ± 4 jam, dari pelawangan ke puncak rinjani membutuhkan waktu 4 – 5 jam. Pendakian ke puncak umumnya dilakukan pada pukul 02 dinihari, ini dimaksudkan agar pada pagi harinya pendaki dapat menikmati matahari terbit (Sunrise) dari puncak Rinjani serta dapat menikmati pemandangan seluruh pulau Lombok bahkan pulau Bali apabila cuaca cerah.Jalur SembalunAksesibilitas : kendaraan umum dari Mataram – Aikmel – Sembalun Lawang (kendaraan umum dari Aikmel-Sembalun Lawang hanya pagi hari – siang).

  2. Jalur Sembalun 
    Populer di antara pendaki yang ingin langsung menuju Puncak Gunung Rinjani. Rute perjalanan adalah Pos I Pemantauan – P os II Tengengean – Pos III Padabalong – Plawangan Km 10,5 – Puncak Rinjani memakan waktu 9 – 10 jam. Fasilitas peristirahatan ada di setiap pos, ketersediaan air ada di pos II dan III.Karakteristik jalur Sembalun tidak seterjal jalur Senaru, tetapi karena didominasi oleh savana sampai pos III menjadikan perjalanan anda bermandikan keringat oleh teriknya sinar matahari yang menyengat. Kondisi itu akan terobati manakala anda sudah berada jauh di atas, pemandangan lanskap yang menakjubkan lebih terbuka dibandingkan jalur Senaru. Akan terlihat selat dan Pulau Sumbawa di kejauhan, akan lebih terobati ketika sampai di Puncak Rinjani, puncak gunung tertinggi ketiga setelah Cartenz dan Kerinci.
  3. Jalur Timbanuh
    Aksesibilitas : Mataram – Masbagik – Timbanuh desa Pengadangan (kendaraan umum hanya dari Mataram – Masbagik)Jalur pendakian Timbanuh merupakan jalur pendakian muda yang baru dibuka sehingga fasilitas dan pengelolaannya belum selengkap jalur Senaru atau Sembalun. Pendakian melalui jalur Timbanuh hanya direkomendasikan sampai Plawangan Cemara Rompes, perjalanan ke danau tidak direkomendasikan karena kondisi jalur ekstrim dan belum ada penataan untuk keselamatan pengunjung Gunung Rinjani.

    Jalur Timbanuh mempunyai karakteristik berupa pemandangan, panorama alam, tantangan yang mungkin disarankan hanya untuk pendaki yang bukan pemula, karena dibandingkan jalur senaru atau Sembalun jalur ini lebih berberbobot tetapi menyuguhkan keunikan dan kekhasan baik flora, fauna, ekosistem maupun trekking trailnya.

    Rute perjalanan adalah pintu gerbang desa Jati – Pos I Kokok Blimbing – Pos II Pancor Tayib – Pos III Momot Yamin – Pos IV Cemara Rompes memakan waktu 8 – 10 jam. Kelebihan jalur ini adalah ketersediaan sumber air yang cukup banyak dan sungai yang ada sepanjang tahun sebagai perelengkapan anda saat mengungjungi Gunung Rinjani.

  4. Jalur Torean
    Aksesibilitas : Mataram – Anyar – Torean desa Loloan (kendaraan umum hanya dari Mataram – Anyar).Jalur pendakian Torean hanya dikenal bagi para pendaki lokal yang ingin melakukan ritual adat atau keagamaan di Danau Segara Anak. Dibandingkan jalur lainnya, sebenarnya jalur mempunyai karakteristik yang tidak dimiliki jalur lain. Pendakian melalui jalur Torean merupakan pendakian melewati lembah dan punggung menuju Danau Segara Anak. Dibandingkan jalur lain jalur ini tidak terlalu curam, hanya saja kanan atau kiri trail merupakan jurang sehingga perlu ekstra hati-hati. Obyek yang bisa diamati sepanjang perjalanan seperti Air Terjun Penimbungan, Air Terjun Pancor Mas, Gua Susu dengan kolam hangatnya, Air Terjun Panas-Dingin serta menyebrang sungai Kokok Putiq merupakan pengalaman menarik tersendiri saat mendaki gunung rinjani.

    Rute perjalanan adalah Jebak gawah (batas kawasan TNGR) – Pos I Birisan Nangka Greneng – Mondokan Rei Paok Tampol – Plawangan Penimbungan – Plawangan Propok – Joplo Julat – Sungai Kokok Putiq – Pancor Mas – Gua Susu – Danau Segara Anak memakan waktu 9 – 10 jam.

 

SEKIAN, SEMOGA BERMANFAAT
SALAM LESTARI

Di Balik Legenda Dewi Rengganis-Gunung Argopuro

Gunung Argopuro

Kokoh penuh misteri

Gunung Argopuro

Gunung Argopuro terkenal sangat angker, gunung ini menyimpan misteri legenda Dewi Rengganis yang hilang bersama enam dayangnya. Konon, Sang Dewi bakal marah besar kalau merasa terusik ketenangannya. Pendaki yang suka usil dan mengusik, kalau tidak kesurupan bisa jadi akan kesasar tidak karuan. Konon terdapat sebuah taman yang sangat gaib yakni Taman Rengganis, tidak semua pendaki dapat melihat taman ini. Beberapa pendaki yang pernah melihat taman ini merasa memasuki sebuah taman yang sangat indah penuh dengan tanaman bunga dan buah. Pendaki yang mengambil atau memetik tanaman tidak akan dapat keluar taman ini, ia hanya akan berputar-putar di tempat tersebut. Untuk itu hindari merusak tanaman ataupun memindahkan sesuatu. Gunung Argopuro adalah salah satu gunung dari Kompleks pegunungan Iyang. Terdapat banyak puncak, beberapa puncaknya mempunyai struktur geologi tua dan sebagian yang lainnya lebih muda. Beberapa puncak gunung dalam kompleks ini diantaranya adalah Gunung Semeru ( 2.847m ), Gunung Jambangan ( 2.773m ), Gunung Cemoro Kandang, Gunung Krincing, Gunung Kukusan, Gunung Malang, Gunung Saing, Gunung Karang Sela, dan Gunung Argopuro. Puncak Argopuro berada pada ketinggian 3.088 m dari permukaan laut. Gunung yang sudah tidak aktif lagi kawahnya ini terletak di Kab. Probolinggo Jawa Timur.

Rute Pendakian

Mendaki Argopuro Jalur Bremi

Bremi – Taman Idup

TH

Salah satu jalur yang sering di daki adalah melewati desa krucil Bremi. Desa ini salah satu pintu gerbang kawasan Dataran Tinggi YANG. Pendaki akan menikmati lebatnya hutan Argopuro. Dengan pepohonan yang tinggi menjulang, memayungi para pendaki selama perjalanan. Perjalanan ini akan berakhir saat para pendaki menemukan sebuah danau yang sangat menakjubkan dan sangat indah, dimana penduduk sering menyebutnya dengan nama Danau Taman Idup. Di sinilah pendaki akan menghabiskan hari pertama untuk istirahat dan menikmati keindahan Danau Taman Idup.

Taman Idup – Aengkenik – Cisentor

Hari berikutnya pendaki akan melanjutkan perjalanan menuju pemberhentian selanjutnya. Selama perjalanan ini pendaki akan menikmati berbagai macam vegetasi Argopuro. Mulai dari semak-belukar, pepohonan tinggi, ilalang yang sangat tinggi dan masih banyak lagi. Sampai suatu saat pendaki akan beristirahat sejenak untuk makan siang di tempat yang sering disebut Aengkenik di tempat itu terdapat sumber air alamiah, para pendaki dapat menikmati dan mengisi air untuk bekal perjalanan di sini.

Setelah istirahat sebentar untuk menghimpun tenaga, pendaki akan meneruskan perjalanan menuju pemberhentian berikutnya. Perjalanan ini akan sangat panjang, namun itu tidak akan banyak terasa melelahkan karena selama perjalanan kita akan keluar-masuk rerimbunan hutan Argopuro. Menjelang sore pendaki akan sampai pada pemberhentian selanjutnya yang sering disebut Cisentor. Di tempat ini terdapat sebuah bangunan semi-permanen yang didirikan untuk beristirahat para pendaki. Di tempat ini pula terdapat sungai yang mengalir sangat deras dengan air yang sangat jernih. Air itu dapat kitamanfaatkan untuk membersihkan diri dan untuk memasak. Pendaki akan menghabiskan malam di tempat ini.

Cisentor – Rawa Embik – Puncak

Pagi harinya setelah sarapan, pendaki akan melanjutkan perjalanan menuju puncak. Perjalanan menuju puncak ini tidak akan membutuhkan waktu yang lama. Pendaki akan melewati beberapa sabana, kemudian beristirahat sejenak di sebuah sabana terakhir, dimana biasanya di tempat itu dapat ditemui para rusa berkumpul untuk minum. Tempat itu biasa di sebut Rawa Embik. Dari Rawa Embik perjalanan semakin terjal dan menanjak, sebelum akhirnya sampai di sebuah percabangan. Gunung Argopuro memiliki beberapa puncak. Puncak tertingginya adalah puncak Rengganis.

Cisentor – Cikasur

cikasur - sungai qolbu

Setelah puas menikmati puncak, pendaki kembali ke Cisentor untuk melanjutkan perjalanan ke pemberhentian selanjutnya. Melewati beberapa sabana yang sangat luas, pendaki akan dimanjakan dengan pemandangan hamparan sabana yang tidak habis-habis luasnya. Seringkali pendaki juga dapat menjumpai rusa, burung merak ataupun babi hutan liar di tempat ini.

Menjelang sore pendaki akan tiba di tempat yang dinamai Cikasur. Di tempat ini pendaki biasanya akan disambut teriakan bersahut-sahutan dari burung Merak. Burung eksotis ini biasa muncul dan mencari makan di tempat ini. Di tempat ini juga terdapat sebuah sungai yang sangat jernih dengan hamparan tumbuhan selada air, sungai ini biasa dipanggil dengan nama sungai Qolbu. Konon cikasur adalah sebuah lapangan terbang yang dahulu dipakai pada jaman penjajahan Jepang.

cikasurHari berikutnya biasanya dipakai untuk beristirahat dan memulihkan stamina, setelah melakukan perjalanan panjang dan melelahkan. Dapat juga kita mengeksplorasi Cikasur lebih dalam. Ditempat ini selain burung merak, satwa liar yang sering muncul adalah gerombolan rusa, babi hutan yang ukuran tubuhnya seukuran sapi dewasa.

Hari berikutnya setelah santap pagi. Kita akan melanjutkan perjalanan turun menuju desa terakhir yaitu Baderan.

Legenda Gunung Argopuro

Argopuro bisa di artikan Gunung Pura atau bisa di sebut juga Pura di Puncak Gunung. Karena banyak di temukan struktur bangunan berarsitek mirip Pura yang merupakan tempat peribadatan umat Hindu. Dan berawal dari sanalah gunung ini dinamakan Argopuro.
Banyak di jumpai reruntuhan bangunan dan tinggal puing – puing yang berserakan dan ditumpuk begitu saja seolah tak bernilai sejarah. Sisa – sisa reruntuhan itu masih nampak jelas, ada beberapa situs purbakala di sekitar kawasan puncak Argopuro.

Kawasan puncak yang dimaksud meliputi ketinggian 3.000 meter dari permukaan laut ke atas, yang didalamnya mencakup areal seluas hampir satu km persegi, yang didalamnya terdapat komplek bukit dan alun – alun, komplek kawah dan komplek candi.

Komplek bukit dan alun – alun merupakan pintu masuk kawasan puncak, sebuah alun – alun yang luas di pegunungan Yang Argopuro. Alun – alun ini dibatasi langsung oleh sebuah kawah dengan lubang dalam., sedangkan disebelah timur masih terdapat lima kawah, baik lubang maupun tempat yang dinamakan alun – alun SIJEDING.

Komplek candi yang dimaksud bukan candi dalam arti sebenarnya, melainkan merujuk dari jenis peninggalan dan struktur bangunan sejarah kepurbakalaan yang terdapat di gunung ini. Jumlah seluruhnya ada tujuh komplek meliputi situs kolam dan taman sari, Situs Puncak Rangganis, dua bangunan candi, dan tiga bangunan pura.

Masyarakat sekitar lebih mengenal Rengganis daripada Argopuro . Rengganis sebuah nama seorang Dewi yang begitu melekat di hati masyarakat kaki gunung Argopuro. Konon menurut legenda penduduk setempat, dari sanalah Dewi Rengganis tinggal dan memerintah kerajaannya. Diceritakan pula bahwa alun – alun Rawa Embik adalah sebuah padang rumput dibawah alun – alun puncak adalah sumber mata air yang terus mengalir sepanjang tahun. Tempat itu merupakan padang penggembalaan hewan ternak yang mensuplai kebutuhan keraton di puncak.

Dituturkan bahwa Dewi Rengganis adalah salah seorang Putri dari Prabu Brawijaya yang lahir dari salah satu selirnya. Karena tidak diakui keberadaannya, pada saat dewasa ia didampingi seorang Patih dan pengikut – pengikutnya yang setia melarikan diri dan mendirikan kerajaan keraton di puncak gunung ini.

Diperkirakan puing – puing yang terdapat di Rengganis suatu peninggalan tertinggi yang ditenui di Pulau Jawa adalah bekas Kuil Hindu abad ke 12 Masehi. Situs Rengganis memperlihatkan aspek rancang bangun jaman prasejarah dan jaman klasik akhir di pulau Jawa. Salah satu hal yang paling menonjol dari peninggalan kepurbakalaan di Rengganis, adanya tembok pagar luar yang mengelilingi bangunan serta struktur bangunan lebih memperlihatkan struktur Pura daripada Candi.

SEKIAN SEMOGA BERMAFAAT
SALAM LESTARI

Menggapai Atap Pulau Jawa (Puncak Mahameru)

Gambar

Gunung Semeru adalah gunung suci kediaman para Dewa, merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 M dpl (puncak Mahameru). Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir Nopember 1973. Gunung ini masuk dalam kawasan Taman nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional ini terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273,3 Hektar. Terdapat beberapa gunung di dalam Kaldera Gn.Tengger antara lain; Gn.Bromo (2.392m) Gn. Batok (2.470m) Gn.Kursi (2,581m) Gn.Watangan (2.662m) Gn.Widodaren (2.650m). Terdapat empat buah danau (ranu): Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo, Ranu Darungan.

Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang- pergi. Sebaiknya membawa bekal untuk satu minggu karena kita akan betah berkemah, bisa jadi karena pemandangan dan suasana yang sangat indah, atau karena kecapaian setelah mendaki gunung semeru.

Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewat kota malang atau lumajang. Dari terminal kota malang kita naik angkutan umum menuju desa Tumpang. Disambung lagi dengan Jip atau Truk Sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang.

Sebelumnya kita mampir di Gubugklakah untuk memperoleh surat ijin, untuk umum dikenakan biaya Rp.6.500,- per orang, sedangkan untuk pelajar dan mahasiswa dikenakan biaya Rp.5.500,- per orang.

Dengan menggunakan Truk sayuran atau Jip perjalanan dimulai dari Tumpang menuju Ranu Pani desa terakhir di kaki semeru. Di sini terdapat Pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan. Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga terdapat dua buah danau yakni danau (ranu) pani (1 ha) dan ranu regulo (0,75 ha). Terletak pada ketinggian 2.200 mdpl.

JALUR WATU REJENG

Bagi pendaki yang baru pertama kali mungkin akan bingung menemukan jalur pendakian, dan hanya berputar-putar di Ranu Pani, untuk itu setelah sampai di gapura selamat datang, perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki melewati Watu Rejeng, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam dengan melintasi Gunung Ayek-ayek.

Jalur awal yang kita lalui landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m, kita ikuti saja tanda ini. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting diatas kepala, sehingga kita harus sering merundukkan kepala, tas keril yang tinggi sangat tidak nyaman.

Setelah berjalan ekitar 5 Km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi Edelweis, kita akan sampai di Watu Rejeng. Kita akan melihat batu terjal yang sangat indah. Kita saksikan pemandangan yang sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus. Kadang kala kita dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Untuk menuju Ranu Kumbolo kita masih harus menempuh jarak sekitar 4,5 Km.

Sebaiknya beristirahat dan mendirikan tenda apabila tiba di Ranu Kumbolo. Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan yang sangat indah terutama di pagi hari kita saksikan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung belibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha.

Gambar

Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kita mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah dibelakang ke arah danau. Di depan bukit kita terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asap wedus gembel.

Selanjutnya kita memasuki hutan Cemara dimana kadang-kadang kita jumpai burung dan kijang. Banyak terdapat pohon tumbang sehingga kita harus melangkahi atau menaikinya. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang. Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini kita dapat mendirikan tenda untuk beristirahat dan mempersiapkan fisik. Kemudian meneruskan pendakian pada pagi-pagi sekali pukul 24.00. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun.

Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 1 jam pulang pergi. Di Kalimati dan di Arcopodo banyak terdapat tikus gunung bila kita mendirikan tenda dan ingin tidur sebaiknya menyimpan makanan dalam satu tempat yang aman.

Untuk menuju Arcopodo kita berbelok ke kiri (Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya kita akan melewati bukit pasir.

Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Semua barang bawaan sebaiknya kita tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo. Badan dalam kondisi segar, dan efektif dalam menggunakan air. Perjalanan pada siang hari medan yang dilalui terasa makin berat selain terasa panas juga pasir akan gembur bila terkena panas. Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.

Di puncak Gunung Mahameru (Semeru) pendaki disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko, juga dilarang mendaki dari sisi sebelah selatan, karena adanya gas beracun dan aliran lahar. Suhu dipuncak Mahameru berkisar 4 – 10 derajad Celcius, pada puncak musim kemarau minus 0 derajad Celcius, dan dijumpai kristal-kristal es. Cuaca sering berkabut terutama pada siang, sore dan malam hari. Angin bertiup kencang, pada bulan Desember – Januari sering ada badai.

Terjadi letusan Wedus Gembel setiap 15-30 menit pada puncak gunung Semeru yang masih aktif. Pada bulan Nopember 1997 Gn.Semeru meletus sebanyak 2990 kali. Siang hari arah angin menuju puncak, untuk itu hindari datang siang hari di puncak, karena gas beracun dan letusan mengarah ke puncak.

Letusan berupa asap putih, kelabu sampai hitam dengan tinggi letusan 300-800 meter. Materi yang keluar pada setiap letusan berupa abu, pasir, kerikil, bahkan batu-batu panas menyala yang sangat berbahaya apabila pendaki terlalu dekat. Pada awal tahun 1994 lahar panas mengaliri lereng selatan Gn.Semeru dan meminta beberapa korban jiwa, pemandangan sungai panas yang berkelok- kelok menuju ke laut ini menjadi tontonan yang sangat menarik.

Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.

SEKIAN, SEMOGA BERMANFAAT

SALAM LESTARI

Eksotisme Segara Anakan-Pulau Sempu

Secara geografis, Pulau Sempu berada ± 90km di selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pulau yang memiliki luas sekitar 877 Ha ini, merupakan merupakan sebuah cagar alam yang berada dibawah naungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam provinsi Jawa Timur.Gambar

Pulau Sempu terletak di sebelah selatan Pantai Sendang Biru Kab. Malang. Dari kota Malang jarak tempuhnya kurang lebih 75 km, sekitar 2 jam perjalanan dari kota Malang. Pulau Sempu memiliki daya tarik tersendiri bagi touris domestik maupun mancanegara karena Pulau Sempu masih sangat alami dengan keindahan alamnya yang sangat angggun dan menawan.

Gambar

Pulau Sempu yang berdekatan dengan Samudera Hindia juga memberikan nilai plus karena kita bisa melihat langsung keindahan Samudera Hindia dan ikan Lumba-lumba khas Samudera Hindia yang berada di balik tebing Pulau Sempu.Sebuah pulau kecil TANPA PENDUDUK yang terletak di bagian selatan Kabupaten Malang. Pulau ini termasuk di wilayah Pantai Sendang Biru. Sempu merupakan pulau yang difungsikan sebagai cagar alam.
Yah, tentu saja karena dijadikan cagar alam maka pulau ini hanya dihuni oleh flora dan fauna saja…tidak manusia yang menetap di sana. Oleh sebab itu pulai ini masih sangat alami, pantai-pantai di Sempu juga masih sangat alami, seperti belum dijamah manusia.

TARIF

Tiket masuk Sendang Biru      Rp 5.500,00

Tiket masuk Pulau Sempu       Rp 20.000,00

Sewa kapal                              Rp 100.000,00 (PP)

Sewa porter                            Rp 150.000,00

Sewa guide                              Rp 100.000,00 (jika tidak tau medan)Gambar

sekian, semoga bermanfaat

Salam Lestari…

Menikmati Keindahan Gunung Bromo

tampak dari puncak penanjakan

Keindahan Gunung Bromo yang sudah tidak asing lagi di telinga para backpacker menciptakan kesan yang berbedah bagi para pengunjungnya. Obyek wisata yang berada dalam kawasan Taman Nasional Bromo-Semeru-Tengger ini memiliki pesona alam yang menakjubkan, di kawan gunung bromo saja ada beberapa spot yang wajib di kunjungi seperti : Sabana (bukit Teletubis), puncak penanjakan (sun rice), lautan pasir (pasir berbisik) dan kawah gunung bromo.

AKSES MENUJU LOKASI

Akses menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dari Kota Surabaya bisa ditemput dari 4 jalur yaitu dari Malang, Pasuruan, Tongas-Probolinggo dan Lumajang tergantung dari mana kawan-kawan berangkat.

TARIF

Berdasarkan informasi yang kami peroleh , bahwa tarif masuk wisata gunung bromo naik sejak 1 Juni 2013. Pengumuman kenaikan tarif itu kebijakan dari BBTNBTS .

Tiket masuk untuk wisatawan mancanegara naik dari Rp 25 ribu per orang menjadi Rp 72.500, atau 300 persen. Sedangkan bagi wisatawan domestik, dari Rp 5.000 menjadi Rp 10 ribu per orang. Di antara komponen tarif, terdapat tarif kamera (pengambilan foto) Rp 50 ribu per orang bagi wisatawan mancanegara dan Rp 5.000 untuk wisatawan domestik.

Tarif tersebut belum termasuk untuk kemah, syuting, dan handycam. Penggunaan alat dan kepentingan itu akan dikenai biaya sendiri seperti diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 1998.
Tarif baru tersebut tidak hanya berlaku untuk wisatawan. Tapi juga para guide, tour leader, porter, driver jeep, dan pemandu kuda. Namun tidak diberlakukan kepada para tamu BBTNBTS, warga Desa Ranupane dan Ngadas. Kedua desa tersebut merupakan desa enclave TNBTS.

sekian, semoga bermanfaat

SALAM LESTARI

Pesona Gua Tetes-Lumajang

Air Terjun Gua Tetes

Terletak di desa Sidomulyo, kecamatan Pronojiwo, 55 Km ke selatan kota Lumajang, Goa Tetes menawarkan sebuat keeksotisan goa dengan stalagtit dan stalagmit yang beraneka warna.

Tarif masuk di hari biasa Rp. 3000,- dan Rp. 5000,- di hari libur, trek yang harus di lalui tidaklah sulit hanya saja jika telah sampai di lokasi jalannya bukan aspal tapi jalan berbatu dan berlumpur ketika hujan (makadam), dan untuk mencapai lokasi gua tetes yang eksotis tersebut, kita haru menuruni anak tangga yang lumayang menguras tenaga apalagi ketika naiknya nanti. namun rasa capek terbayar lunas ketika sudah tida di gua tetes (air terjun dan gua) sangat luar biasa ciptaan Tuhan yang satu ini, gua yang berada di tengah tebing membuat tantangan tersendiri bagi kita untuk mencapainya.

air terjun gua tetes

Indah nan eksotis

Kondisi Gua tetes, seakan tak terawat kondisi sarana-da prasarana di sana hampir di bilang minim dan kumuh, maka karena itu sangat diperlukan peran aktif kita sebagai pecinta dan pengejar keindahan alam, KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI ? hehehehe

sekian, semoga bermanfaat..
SALAM LESTARI